Dari Mustahik Menjadi Muzaki, Alumni Pelatihan BAZNAS Banjarnegara Sukses Kembangkan Usaha Mebel
15/10/2026 | Penulis: TimITbaznasbna
Seniki Pernik Kayu Banjarnegara
Program pemberdayaan ekonomi produktif BAZNAS Kabupaten Banjarnegara kembali menunjukkan hasil positif. Nuhwanto, warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, yang mengikuti pelatihan keterampilan pertukangan kayu pada 2024, kini berhasil mengembangkan usaha mebel dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Tak hanya mandiri secara ekonomi, ia juga dipercaya menjadi instruktur dalam pelatihan yang diselenggarakan BAZNAS.
Perjalanan Nuhwanto menjadi salah satu bukti bahwa pelatihan keterampilan yang disertai kemauan kuat dan kerja keras dapat membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Saat dikunjungi Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banjarnegara Bidang Pengumpulan, Hj. Nurul Aini, SH., MM., Nuhwanto menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari mengikuti pelatihan pertukangan kayu. Keterampilan yang diperolehnya menjadi bekal untuk merintis usaha kerajinan kayu bernama Seniki Pernik Kayu Banjarnegara.
Usaha tersebut kini memproduksi beragam kerajinan dan perabot berbahan kayu, mulai dari meja makan, kusen, pintu, talenan, tatakan masak berbahan limbah kayu, hingga kandang merpati. Saat kunjungan berlangsung, Nuhwanto bersama karyawannya tengah menyelesaikan proses finishing kandang anak domba Batur pesanan pelanggan dari Tangerang.
“Dulu saya mengikuti pelatihan pertukangan kayu BAZNAS tahun 2024. Dari pelatihan itu, saya bisa mengembangkan keterampilan dan memberanikan diri membuka usaha. Alhamdulillah, sekarang usaha mulai berkembang,” kenang Nuhwanto, Senin (21/9/2026).
Berkat ketekunan dan upayanya memperluas pemasaran, usaha yang dirintisnya kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Seiring meningkatnya permintaan, Nuhwanto juga telah mempekerjakan tiga orang karyawan.
“Alhamdulillah, produk kami diminati pasar. Pemasarannya semakin luas, tidak hanya di Banjarnegara, tetapi juga menjangkau Sragen, Boyolali, Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang,” ungkapnya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Nuhwanto turut memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi tersebut membantunya memperkenalkan produk kepada calon pelanggan dari berbagai daerah.
Ia mengakui, kesempatan mengikuti pelatihan dan dukungan peralatan dari BAZNAS menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan usahanya. Peralatan yang diterimanya dimanfaatkan dan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan produksi dan peningkatan jumlah pesanan.
“Modal peralatan dari BAZNAS kami kembangkan lagi seiring meningkatnya pesanan. Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS karena sekarang dipercaya menjadi instruktur untuk berbagi pengalaman kepada peserta pelatihan. Semoga mereka juga bisa sukses dan mandiri,” tuturnya.
Dari 20 peserta pelatihan pertukangan kayu angkatannya, Nuhwanto menjadi salah satu peserta yang berhasil mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif yang terus berjalan.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banjarnegara Bidang Pengumpulan, Hj. Nurul Aini, SH., MM., mengapresiasi kegigihan Nuhwanto dalam mengembangkan usahanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa program pemberdayaan ekonomi BAZNAS tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.
“Pak Nuhwanto bisa menjadi inspirasi bagi peserta lainnya. Dengan kemauan belajar, kerja keras, dan kesungguhan dalam mengembangkan keterampilan, pelatihan dapat menjadi jalan untuk membangun usaha, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk mendorong mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.
Kisah Nuhwanto sejalan dengan komitmen BAZNAS Kabupaten Banjarnegara dalam memperluas program pemberdayaan ekonomi produktif. Pada 2026, BAZNAS kembali menyelenggarakan pelatihan usaha dengan empat bidang keahlian, yaitu pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering, dan barista kopi. Masing-masing bidang diikuti 15 peserta, sehingga total peserta mencapai 60 orang.
Selain pelatihan keterampilan, BAZNAS Kabupaten Banjarnegara juga menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik. Setiap penerima memperoleh sepasang kambing, terdiri atas satu ekor jantan dan satu ekor betina, sebagai upaya mendukung pengembangan usaha peternakan produktif.
Kisah Nuhwanto menjadi pengingat bahwa bantuan yang tepat, keterampilan yang bermanfaat, serta kemauan untuk terus berkembang dapat membuka jalan menuju kemandirian. Dari seorang peserta pelatihan, ia kini tumbuh menjadi pengusaha yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, mempekerjakan orang lain, dan berbagi ilmu kepada masyarakat.
Dari pelatihan menjadi usaha, dari mustahik menuju muzaki.
Sapa tekun, bakale tekan.
Berita Lainnya
17 Januari 2026, Seperempat Abad Milad BAZNAS
MILAD SIMBA BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Banjarnegara Salurkan Bantuan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Senilai Rp90 Juta
BAZNAS Banjarnegara Audiensi dengan Bupati, Dukung Pengentasan Kemiskinan
57 Anak Ikuti Sunatan Massal BAZNAS Banjarnegara
Kolaborasi BAZNAS dan Mahasiswa KKN-T untuk Restorasi Mata Air di Desa Tunggara
Sinergi BAZNAS Jawa Tengah 2025 Rakorda Digelar di Bandungan, Semarang
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Pendidikan November 2025, Spesial Memperingati Hari Guru
BAZNAS RI Kunjungi BAZNAS Banjarnegara, Bahas Penanganan Bencana dan Strategi Pengumpulan
BAZNAS Banjarnegara Siap Terapkan Teknologi Mutakhir: Hadiri Rakernis Nasional, Fokus pada AI dan Digital Fundraising
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Kekeringan Rp122,4 Juta
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Pendidikan dan Apresiasi UPZ Terbaik 2025
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Pengadaan 50 Tangki Air Bersih melalui BPBD
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Rp228 Juta untuk Pembuatan Talud Relokasi Warga Terdampak Longsor di Pandanarum
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Rp165 Juta untuk Jambanisasi dan Sumur Bor di Kecamatan Rakit

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Banjarnegara.
Lihat Daftar Rekening →