Berita Terkini
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Pengadaan 50 Tangki Air Bersih melalui BPBD
BANJARNEGARA — BAZNAS Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan pengadaan air bersih sebanyak 50 tangki dengan total nilai Rp17.500.000 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Kamis (22/10/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Banjarnegara. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, Drs. H. Suhardi Achmad, didampingi Wakil Ketua IV, H. Israchmat Yahya, SE, Bidang Kesehatan, H. Tjahjono Harijadi, S.Sos, serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, H. Eko Djuniadi, SH., M.Hum.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, S.STP., untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Banjarnegara berharap distribusi air bersih dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sekaligus memperkuat sinergi dengan BPBD dalam penanganan dampak bencana di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
BAZNAS Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program kemanusiaan dan kebencanaan, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
22/10/2026 | TimITbaznasbna
BAZNAS Banjarnegara Salurkan Bantuan Kekeringan Rp122,4 Juta
BANJARNEGARA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan bencana kekeringan sebesar Rp122.425.000 untuk Desa Danakerta, Kecamatan Punggelan, dan Desa Kayuares, Kecamatan Pagentan. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Banjarnegara.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, Drs. H. Suhardi Achmad, didampingi Bidang Kemanusiaan H. Khadir Suhedi, S.H., serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, H. Eko Djuniadi, S.H., M.Hum. Bantuan diterima oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, S.STP.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS Kabupaten Banjarnegara dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Melalui bantuan tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat terbantu serta mendukung upaya penanganan bencana yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Banjarnegara.
Sinergi antara BAZNAS dan BPBD menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kondisi kekeringan.
BAZNAS Kabupaten Banjarnegara terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang terdampak bencana alam.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Banjarnegara berharap dapat meringankan beban masyarakat Desa Danakerta dan Desa Kayuares serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana.
BAZNAS Kabupaten Banjarnegara — Menebar Manfaat, Menguatkan Kepedulian.
16/10/2026 | TimITbaznasbna
Dari Mustahik Menjadi Muzaki, Alumni Pelatihan BAZNAS Banjarnegara Sukses Kembangkan Usaha Mebel
Program pemberdayaan ekonomi produktif BAZNAS Kabupaten Banjarnegara kembali menunjukkan hasil positif. Nuhwanto, warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, yang mengikuti pelatihan keterampilan pertukangan kayu pada 2024, kini berhasil mengembangkan usaha mebel dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Tak hanya mandiri secara ekonomi, ia juga dipercaya menjadi instruktur dalam pelatihan yang diselenggarakan BAZNAS.
Perjalanan Nuhwanto menjadi salah satu bukti bahwa pelatihan keterampilan yang disertai kemauan kuat dan kerja keras dapat membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Saat dikunjungi Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banjarnegara Bidang Pengumpulan, Hj. Nurul Aini, SH., MM., Nuhwanto menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari mengikuti pelatihan pertukangan kayu. Keterampilan yang diperolehnya menjadi bekal untuk merintis usaha kerajinan kayu bernama Seniki Pernik Kayu Banjarnegara.
Usaha tersebut kini memproduksi beragam kerajinan dan perabot berbahan kayu, mulai dari meja makan, kusen, pintu, talenan, tatakan masak berbahan limbah kayu, hingga kandang merpati. Saat kunjungan berlangsung, Nuhwanto bersama karyawannya tengah menyelesaikan proses finishing kandang anak domba Batur pesanan pelanggan dari Tangerang.
“Dulu saya mengikuti pelatihan pertukangan kayu BAZNAS tahun 2024. Dari pelatihan itu, saya bisa mengembangkan keterampilan dan memberanikan diri membuka usaha. Alhamdulillah, sekarang usaha mulai berkembang,” kenang Nuhwanto, Senin (21/9/2026).
Berkat ketekunan dan upayanya memperluas pemasaran, usaha yang dirintisnya kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Seiring meningkatnya permintaan, Nuhwanto juga telah mempekerjakan tiga orang karyawan.
“Alhamdulillah, produk kami diminati pasar. Pemasarannya semakin luas, tidak hanya di Banjarnegara, tetapi juga menjangkau Sragen, Boyolali, Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang,” ungkapnya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Nuhwanto turut memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi tersebut membantunya memperkenalkan produk kepada calon pelanggan dari berbagai daerah.
Ia mengakui, kesempatan mengikuti pelatihan dan dukungan peralatan dari BAZNAS menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan usahanya. Peralatan yang diterimanya dimanfaatkan dan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan produksi dan peningkatan jumlah pesanan.
“Modal peralatan dari BAZNAS kami kembangkan lagi seiring meningkatnya pesanan. Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS karena sekarang dipercaya menjadi instruktur untuk berbagi pengalaman kepada peserta pelatihan. Semoga mereka juga bisa sukses dan mandiri,” tuturnya.
Dari 20 peserta pelatihan pertukangan kayu angkatannya, Nuhwanto menjadi salah satu peserta yang berhasil mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif yang terus berjalan.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banjarnegara Bidang Pengumpulan, Hj. Nurul Aini, SH., MM., mengapresiasi kegigihan Nuhwanto dalam mengembangkan usahanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa program pemberdayaan ekonomi BAZNAS tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.
“Pak Nuhwanto bisa menjadi inspirasi bagi peserta lainnya. Dengan kemauan belajar, kerja keras, dan kesungguhan dalam mengembangkan keterampilan, pelatihan dapat menjadi jalan untuk membangun usaha, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk mendorong mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.
Kisah Nuhwanto sejalan dengan komitmen BAZNAS Kabupaten Banjarnegara dalam memperluas program pemberdayaan ekonomi produktif. Pada 2026, BAZNAS kembali menyelenggarakan pelatihan usaha dengan empat bidang keahlian, yaitu pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering, dan barista kopi. Masing-masing bidang diikuti 15 peserta, sehingga total peserta mencapai 60 orang.
Selain pelatihan keterampilan, BAZNAS Kabupaten Banjarnegara juga menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik. Setiap penerima memperoleh sepasang kambing, terdiri atas satu ekor jantan dan satu ekor betina, sebagai upaya mendukung pengembangan usaha peternakan produktif.
Kisah Nuhwanto menjadi pengingat bahwa bantuan yang tepat, keterampilan yang bermanfaat, serta kemauan untuk terus berkembang dapat membuka jalan menuju kemandirian. Dari seorang peserta pelatihan, ia kini tumbuh menjadi pengusaha yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, mempekerjakan orang lain, dan berbagi ilmu kepada masyarakat.
Dari pelatihan menjadi usaha, dari mustahik menuju muzaki.
Sapa tekun, bakale tekan.
15/10/2026 | TimITbaznasbna
BAZNAS TV
TERIMAKASIH MUZAKI
Penulis: baznasbna





